Kesenangan atau Ketenangan?


    Mencari kesenangan ataukah ketenangan terlebih dahulu? Temanku dulu pernah bilang "Klo kita tenang otomatis kita senang. Tapi klo memprioritaskan kesenangan belum tentu tenang. Klo aku sih implementasi nya. Klo tugas udah di garap pasti tenang dong dan itu bisa bikin kita senang. Tapi klo kita memprioritaskan kesenangan dan lebih milih jalan-jalan tapi beban tugas ya akhirnya ga tenang dan kesenangan iku hanya sementara". Mungkin kebanyakan orang mendahulukan tenang kemudian tinggal menikmati senangnya, dan menganggap senang hanyalah hal negatif jika di sampingkan dengan pekerjaan atau tugas.

    Jadi ingat pepatah lama yang berbunyi  "Berakit-rakit kehulu, berenang-renang ketepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian", mungkin itu yang menjadikan mindset kita selalu meletakkan senang di belakang atau senang merupakan hasil. Tetapi pepatah tersebut berbunyi "bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian" bukan "bertenang-tenang dahulu, bersenang-senang , kemudian" Jadi kita tidak bisa selalu menganggap senang adalah hasil.
Coba konteks senangnya kita geser. Ibarat mencintai ya, tapi disini bukan mencintai pasangan karena terlalu intim itu hehehe, jadi kita pakai orang tua aja. Kalian cinta dong dengan orang tua?.. pastinya apapun perintah maupun permintaan tolong mereka akan kamu lakukan dengan senang hati tanpa tekanan, dan setelah itu kamu ngerasa hati kamu adem dan tujuanmu mencari ridho orang tua merasa tercapai. #Eiittss gak bisa dong, kan konteks diatas di pekerjaan atau tugas, bukan cinta 🙄. Oke deh tetap pada tugas/pekerjaan. Gak semua orang benci dengan tugas maupun pekerjaan, karena ada sebagian orang senang dan cinta dengan belajar maupun pekerjaan. Jika kita mengerjakan tugas atau pekerjaan dengan senang pastinya akan akan mengalir terus sampai selesai. Setelah itu apa yang kita selesaikan pada akhirnya mendapatkan ketenangan dan bisa tidur atau istirahat dengan nyaman. Dalam contoh diatas senang bukan sebagai tujuan melainkan proses, dan mungkin bisa di implementasikan di kehidupan sehari-hari seperti olahraga, ibadah dan lain-lain.


    Apakah dalam menjalani kehidupan sehari-hari tidak boleh tenang? bagaimana ya hehe.... Itu tergantung pribadi masing-masing karena setiap karakter orang selalu berbeda, kembar identik pun tidak keseluruhan sama atau kembar. Semua contoh diatas tidak ada yang salah, karena proses dan karakter orang berbeda-beda. Saat kita senang, hati dan fikiran seolah-olah masalah maupun beban yang bertamu seakan sudah berpamitan. Sebaliknya, Jika hati dan fikiran kita mendapat ketenangan jiwa, pastinya melakukan sesuatu dengan perasaan senang apapun itu,  Meskipun mempunya entitas yang berbeda, kedua hal tersebut tidak bisa di pisahkan. Jadi tergantung kalian lebih mengutamakan ketenang terlebih dahulu ataupun kesenangan....

Comments

Post a Comment