Hai diri... Lihatlah di depan. Disana banyak anak yang asyik bermain. Ingatkah kau pernah se kanak-kanak itu? Menyenangkan ya. Saat berangkat bermain selalu dapat pesan jangan terlalu malam dari orangtua. Ketika sudah asyik dan tak kenal waktu, mereka mencarimu dan kupingmupun di jewer. Hahaha sangat menyenangkan ya... Kau pasti menyesal dulu sebandel itu. Tentu kau ingin menuruti nasehat mereka jika kau ingat. Tetapi jangan khawatir, mereka tidak akan menyesal setiap hari menjewer kupingmu. Jewernya pun hanya nasehat semata agar kau jadi anak yang penurut. Bandelmu dahulu menjadi suasana hati yang amat gembira bagi mereka tanpa kau ketahui. Perlakuan yang kau anggap kebencian mereka bukan bentuk rasa kesalnya, tetapi mereka hanya gemas padamu dan ingin menghilangkan rasa lelah tanggung jawabnya dengan rasa bersalahmu kemudian senyum air mata di pipimu.
Kini kau sudah dewasa diri, tak terasa kan? Pastinya.... Apa kau sudah merasa dewasa untuk menutup kupingmu dari nasehat mereka. Coba tengok kamar mereka, tidurnya lelap dengan kulit kusut, badan tak se perkasa dahulu, dan rambut pudar. Kau merasa sudah mandiri? Coba kau ingat sekali saja, apakah mereka tidak pernah memberi uang saku saat kau sangat jauh dari rumah meskipun tak seberapa?Mereka tahu kupingmu dan matamu sudah tertutup untuk celotehan mereka. Dengan kondisi yang tak seperkasa dahulu mereka sempat-sempatnya memperhatikan dirimu. Sudah.. Tidak usah di tolak pemberian mereka. Meski kau sudah dewasa tapi kau tetap anak di mata mereka. Kau sama saja tak menganggap keberadaan mereka dan hati mereka pun berkaca-kaca jika kau menolak perhatian mereka.
Apa kau tidak sadar bahwa kau tidak bisa mendekati umur orang tua kita? Semakin dewasa dirimu, semakin tua orangtuamu, Sampai kapan kuping dan matamu tertutup? Coba hilangkan gengsi dan duduk di samping mereka kemudian ceritakan perjalananmu, manismu, pahitmu, dan mereka akan menasihatimu. Tanyakan juga keadaan mereka, dan setelah kau sudah melihat hatinya ucapkan kata terimakasih kepada mereka. Jika air matamu tergenang saat itulah luapan bahagia di hati mereka karena sudah berhasil membimbing dirimu hingga sekarang. Mereka tak ingin maaf darimu dan materi yang di berikan mereka padamu. Mereka hanya senang melihatmu bahagia dengan tekanan yang tak kau ketahui di dada mereka. Dan apakah kau tahu rasa letih orang tua seketika akan hilang saat kita mengajak bercerita panjang lebar....
Mantul
ReplyDeleteHehehe lebih mantul anisha dong 😁
Delete